Skip to main content

My 2nd Book (Antologi), PECI Hilma yang Amanah

Tiba-tiba dapat kabar, ada paketan atas namaku. Bingung. Siapa yang ngirim paketan? Perasaan Ibu nggak rencana mau kirim paket, atau Indiva? Jangan-jangan bukti terbit buku antologi. Buru-buru, lari ke TU, eh ternyata firasatku benar. 


Alhamdulillah telah lahir (sebenarnya ini udah 2 tahun yang lalu sih :( maaf baru posting sekarang) buku keduaku antologi PECI Hilma Yang Amanah. Kolaborasi dengan penulis-penulis cilk hebat yang aku saja nggak nyangka bisa sebuku bareng mereka, alhamdulillah. :D Ini dia informasi dan sinopsisnya! 

JUDUL : Hilma yang Amanah

Penulis : Nadia Shafiana Rahma, Maziya Mufidah Mumtaza Ilmi, Ainun Mubin Misbah N, Naila Yumna Salsabila, Nasywa Dellia Puteri, Kamila Fatimatuzzahro, Rafika Widyanasari
Tebal : 144 halaman
Ukuran : 20 cm
Lini : PECI
ISBN : 978-602-5701-03-0(-)

Sinopsis :
Hilma dikenal sebagai anak yang disiplin dan bertanggung jawab. Siang tadi Fira minta tolong padanya untuk membelikan permen kapas apel. Hilma bersedia dan berjanji akan mengantarkan pukul lima. Tapi sebelum berangkat, Bunda menyuruh Hilma bersih-bersih ruang keluarga dan dapur. Pukul setengah empat Hilma baru bisa berangkat ke penjual permen, dan dia masih harus mengantre! Duh, waktunya cukup nggak ya?


Teman-teman, yuk, kita belajar menjaga amanah bersama Hilma. Ada juga delapan cerpen lain yang tak kalah menarik. Jangan lewatkan!


Comments

Popular posts from this blog

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah KKPK

Untuk kalian yang ingin mengirim naskah ke penerbit, Dar! Mizan menerima naskah anak-anak nih!. Yaitu KKPK alias Kecil-Kecil Punya Karya. Yang belum tahu persyaratan mengirim naskah KKPK, ini dia syarat-syarat yang harus diperhatikan : Ketentuan Naskah novel dan kumpulan cerpen: 1. Usia penulis maksimal 12 tahun. 2. Jumlah halaman cerita minimal 45 halaman, maksimal 50 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll). 3. Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Font: Times New Roman Besar Font: 12 pt. Dikirim ke alamat Penerbit Mizan ,   Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294 4. Karya yang dikirim adalah karya asli perseorangan. Tidak boleh menjiplak dan mengadaptasi dari karya orang lain. 5. Karya tidak boleh menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan), kekerasan, ketidaksopanan terhadap teman, orang tua, dan guru. 6. Karya disertai dengan biodata lengkap...

Syarat Kirim Naskah ke Fantasteen

Buat kamu yang sudah gatal pengen nerbitin novel Fantasi, ayo, kirim ke redaksi Fantasteen DAR! Mizan... Caranya gampang kok, ikuti aja ketentuan dibawah ini  : Kirim naskah dengan tebal halaman 75-100 kertas A4 spasi 1,5  (hindari penggunaan jenis font Comic Sans) Usia untuk penulis Fantasteen adalah 13-18 tahun Fantasteen tidak menerima naskah-naskah bertema Romance Kirimkan naskah yang sudah diketik rapi dan di-print   ke alamat redaksi mizan via pos (Mizan tidak terima naskah via email)           Dilengkapi dengan :  Biodata lengkap (dengan nomor yang bisa dihubungi, dan alamat e-mail) Sinopsis cerita Ucapan terima kasih Foto terbaru pengarang  Naskah dalam bentuk digital Naskah yang diterbitkan adalah naskah terbaik setelah melalui   seleksi dan evaluasi selama maksimal 3 bulan. Naskah yang tidak layak terbit, akan kita kabari via surat atau telepon Naskah yang dikirimkan tidak bi...

Tragedi Burung Perenjak dan Burung Kedasih

Teman-teman, aku ingin bercerita tentang burung kedasih yang menitipkan anaknya ke burung perenjak. Ini adalah tragedi yang menguras perasaan dari dunia burung. Ikutilah kisah burung prenjak dan burung kedasih ini. Dunia ilmu pengetahuan mengenalnya sebagai fenomena parasit sarang. Burung kedasih tidak bisa membuat sarang. Kelemahan itu ditambah lagi dengan tidak mau memelihara anaknya. Maka ketika ingin bertelur, burung kedasih mencari burung yang akan menjadi inang bagi anaknya. Seringkali incarannya adalah burung prenjak. Ketika burung prenjak masih di sarang, burung kedasih mengintipnya. Baru ketika burung prenjak terbang untuk mencari makan, burung kedasih segera bertelur di sarang burung prenjak. Coba perhatikan! Telur burung kedasih lebih besar dibanding burung prenjak. Tapi namanya juga burung, prenjak tidak curiga ada satu telur yang berbeda di antara telur-telurnya. Dia tidak menghitung berapa jumlah telur saat dia meninggalkannya. Telur burung kedasih yang ...