Skip to main content

Tips Mengisi Liburan Panjang di Rumah

Nggak perlu sedih, galau atau bingung kalo kamu nggak punya rencana berlibur keluar kota atau keluar negeri. Masih ada banyak hal asyik yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan di rumah.
  • MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN 
 
ayo pilih buku yang mana
Kalo selama ini kamu jarang atau malah nggak pernah pergi ke puspustakaan yang ada di kotamu, kenapa enggak menyempatkan diri ke sana selama liburan.
Biasanya di perpus ada banyak koleksi buku. Mulai dari buku bacaan untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, buku pengetahuan, buku pelajaran, koran, majalah, tabloid dan masih banyak lainnya. Tetapi, untuk kamu yang masih anak-anak atau remaja, jengan dulu membaca buku buku bacaan untuk orang dewasa yaa...
Kalo kamu suka nulis, siapa tahu pas kamu baca sebuah buku mendadak dapet ide baru. Nah, bermanfaat banget, kan.
Di perpustakaan juga kadang ada hotspot area Jadi sambil pergi ke sana kita bisa membawa laptop atau hape. Kamu masih tetep bisa eksis di sosmed, kan waktu ke perpustakaan. Cuma jangan lupa tujuan utama kita ke sana.
  • BELAJAR MEMASAK 
 
masak, yuk
Kamu suka makan? Kenapa enggak coba bikin masakan sendiri saat liburan. Memang sih pertamanya kita belajar memasak itu enggak gampang. Tapi asal kita mau pasti nanti juga bisa.
Kamu bisa belajar memasak bareng orangtua, saudara atau temen-temen. Sedangkan resepnya bisa dilihat dari buku resep masakan, dari intertent. Atau paling gampang sih tanya sama mama, nenek, tante juga yang lainnya.

  • BERKEBUN 
 
jangan lupa disiram juga tanamannya

Kalo di rumah ada tanaman, pasti rumah jadi lebih keliatan indah, segar dan menarik. Oh iya, liburan kali ini kita isi dengan berkebun, yuk. Ada banyak tanaman yang bisa kita tanam. Ada bunga, sayur tanaman buah atau yang lainnya.  
Enggak punya halaman yang luas juga enggak papa. Soalnya sekarang banyak dijual pot bunga aneka bentuk dan ukuran.

Ayo, isi liburanmu dengan berkebun.

  • MEMBUAT KERAJINAN TANGAN

asyik banget bikin kerajinan tangan
Kalian suka pakai bando, ikat rambut atau aksesoris lainnya. Nah, kebayang nggak sih kalo kalian memakai benda-benda itu tapi buatan sendiri?
Liburan panjang bisa dipakai untuk membuat kerajinan tangan. Kalo enggak punya teman atau saudara yang bisa mengajari, ada kok buku-buku yang menjual cara membuat kerajinan tangan. Atau bisa juga cari caranya di internet.
Apalagi kita belajarnya bersama temen-temen. Pasti makin seru, deh. Dan siapa tau nanti hasilnya menarik perhatian temen lainnya. Nah kamu jadi bisa punya penghasilan sendiri, kan.
  • MEMBUKA PERPUSTAKAAN DI RUMAH
yuk, bikin perpustakaan
Punya koleksi buku banyak di rumah? Kenapa enggak bikin perpustakaan pribadi di rumah. Undang temen-temen kamu biar mereka suka membaca. Nah, rumah kamu jadi enggak sepi kan kalo ada temen-temen yang dateng.
Kamu bisa menarik uang dari temen-temen yang pinjam buku kamu misal bukunya dibawa pulang. Soalnya kan pasti kita butuh uang untuk beli buku baru atau buat beli sampul bukunya. Enggak perlu mahal-mahal, kok. 
Tapi bisa juga kamu enggak perlu menarik bayaran. Yang penting liburan kamu menyenangkan.
  • JALAN-JALAN KELILING KOTA
seru loh keliling kota bareng temen-temen
Selama ini kamu mungkin kurang memperhatikan tempat-tempat yang sebetulnya bisa dikunjungi selama liburan seperti taman kota, wisata kuliner, dll.
Kenapa enggak mencoba menjelajah kota kamu selama liburan ini. Ajak temen-temen, saudara, adik dan kakak kamu biar suasana lebih ramai. Bukan nggak mungkin ada tempat-tempat asyik yang selama ini terlewatkan.
Sekian dulu yaa.. Semoga bermanfaat! :D


Sumber: http://pena-laksitajudith.blogspot.co.id

Comments

Post a Comment

Kotak Komentar >> Tinggalkan jejakmu berupa kritik, saran, atau komentar yang mendukung. Terima kasih.

Popular posts from this blog

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah KKPK

Untuk kalian yang ingin mengirim naskah ke penerbit, Dar! Mizan menerima naskah anak-anak nih!. Yaitu KKPK alias Kecil-Kecil Punya Karya. Yang belum tahu persyaratan mengirim naskah KKPK, ini dia syarat-syarat yang harus diperhatikan : Ketentuan Naskah novel dan kumpulan cerpen: 1. Usia penulis maksimal 12 tahun. 2. Jumlah halaman cerita minimal 45 halaman, maksimal 50 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll). 3. Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Font: Times New Roman Besar Font: 12 pt. Dikirim ke alamat Penerbit Mizan ,   Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294 4. Karya yang dikirim adalah karya asli perseorangan. Tidak boleh menjiplak dan mengadaptasi dari karya orang lain. 5. Karya tidak boleh menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan), kekerasan, ketidaksopanan terhadap teman, orang tua, dan guru. 6. Karya disertai dengan biodata lengkap...

Syarat Kirim Naskah ke Fantasteen

Buat kamu yang sudah gatal pengen nerbitin novel Fantasi, ayo, kirim ke redaksi Fantasteen DAR! Mizan... Caranya gampang kok, ikuti aja ketentuan dibawah ini  : Kirim naskah dengan tebal halaman 75-100 kertas A4 spasi 1,5  (hindari penggunaan jenis font Comic Sans) Usia untuk penulis Fantasteen adalah 13-18 tahun Fantasteen tidak menerima naskah-naskah bertema Romance Kirimkan naskah yang sudah diketik rapi dan di-print   ke alamat redaksi mizan via pos (Mizan tidak terima naskah via email)           Dilengkapi dengan :  Biodata lengkap (dengan nomor yang bisa dihubungi, dan alamat e-mail) Sinopsis cerita Ucapan terima kasih Foto terbaru pengarang  Naskah dalam bentuk digital Naskah yang diterbitkan adalah naskah terbaik setelah melalui   seleksi dan evaluasi selama maksimal 3 bulan. Naskah yang tidak layak terbit, akan kita kabari via surat atau telepon Naskah yang dikirimkan tidak bi...

Mendadak Hafizhah

 Oleh : NYS Naura melangkah ke luar. Tangannya menjinjing sebuah layangan. Hari ini, angin lumayan kencang. Pasti cocok untuk menerbangkan layangan. Naura menggulung benang. Bersiap berlari di tanah lapang berumput tipis karena sering terinjak anak-anak. Tetapi, tiba-tiba terdengar suara Ibu memanggil. “Nauraa, ganti baju, waktunya ngaji….” Naura menghela napas panjang. Ia paling tidak suka saat-saat itu. Mengganti celana training dengan rok, dan menyembunyikan rambut pendek dalam jilbab. Sebenarnya, ia hendak berlari sekencang-kencangnya. Berlari dengan angin, dan menari bersama layang-layang. Tetapi, Ibu memanggil untuk yang kedua kali. Dengan terpaksa, Naura bersiap-siap untuk mengaji. Tak lama kemudian, Naura, yang sifatnya seperti anak laki-laki itu ke luar kamar. Ia melangkah dengan gamis berwarna biru. Di punggungnya, tergantung sebuah ransel kecil berisi Iqra dan Juz Amma. Tetapi, layangan masih terlihat di tangan. Sambil tersenyum manis, Naura mencium tangan Ibu yang tenga...